Jumlah Kendaraan Bermotor di Indonesia Tambah Banyak?


Riuh ramainya jalanan yang dipadati kendaraan bermotor seolah-olah sudah menjadi pemandangan umum bagi kaum urban. Padatnya penduduk kota, ditambah lagi warga desa yang mencari peruntungan di kota, semakin membuat sumpek. Tanpa disadari, kedua fenomena tersebut telah menimbulkan masalah baru dalam bidang transportasi dan energi. Kemacetan arus lalu lintas dan meningkatnya kebutuhan bahan bakar transportasi adalah contoh nyata yang kita bisa lihat. 

Padatnya arus lalu lintas dapat dibuktikan dengan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2018 tentang peningkatan jumlah kendaraan di Indonesia. Berdasarkan data, selama tahun 1950-2017 laju motorisasi di Indonesia mengalami pertumbuhan lebih dari 10% per tahun dengan jumlah sepeda motor yang paling dominan hingga 80% dari total kendaraan bermotor. Iso dibayangke ra macet e koyo opo?

Selain kemacetan arus lalu lintas, konsumsi energi juga menjadi dampak dari peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Dilansir dari situs Kementerian ESDM pada tahun 2019, persentase konsumsi energi sektor transportasi terus meningkat hingga menjadi pengguna energi terbesar, yaitu sebanyak 45,06% dan berada di posisi paling atas mengalahkan sektor industri dan rumah tangga. Sementara, menurut Renstra Direktorat Minyak dan Gas Bumi 2015-2019, Kementerian ESDM, produksi bahan bakar minyak mulai turun pasca tahun 2000. Hal tersebut membuktikan adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran sumber daya bahan bakar minyak. Wah nek minyake entek piye yaa…?

Nahhh.. penting kiii, Lur! Selain bahan bakar minyak, konsumsi energi yang melonjak juga berpengaruh terhadap peningkatan emisi. Berdasarkan data Pusdatin ESDM tahun 2016, emisi karbondioksida sektor transportasi nasional mencapai 137,94 juta ton dengan estimasi kerugian lingkungan kurang lebih 20 triliun rupiah. Adanya peningkatan emisi, berakibat pada menurunnya kualitas lingkungan udara. Berdasarkan data World Air Quality Report tahun 2018, Indonesia menjadi negara dengan kualitas udara terburuk ke-11 di dunia. Wah medeni yo lur… 

Beberapa permasalahan yang timbul tersebut, tidak bisa didiamkan begitu saja. Dengan adanya bukti dari data yang valid, dampak dari peningkatan jumlah kendaraan bermotor memang menjadi isu yang cukup mendesak bagi masyarakat Indonesia. Kesadaran masyarakat Indonesia akan permasalahan ini sudah sepatutnya ditumbuhkan. Demi terciptanya suasana kota yang nyaman dan sehat, mending nganggo transportasi umum wae lur… Atau ngepit? Piye menurutmu?