Mau Berkontribusi untuk Mengurangi Polusi?


Kepulan asap yang membumbung tinggi dan langit biru yang berubah menjadi abu-abu merupakan gambaran polusi udara di perkotaan. Fenomena ini sudah menjadi pemandangan yang biasa ditemui dalam kehidupan masyarakat perkotaan. Apa jadinya bila pemandangan ini terus berlanjut di masa depan? Mesakke juga yo.. karo anak putu awake dhewe.. Hmm.

Dilansir dari Kompas Data, dalam konteks wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, transportasi kendaraan bermotor menjadi penyebab utama polusi udara. Mengalahkan pabrik, tempat pembakaran sampah, industri rumah tangga, pembakaran lahan pertanian, pembangunan gedung dan penggunaan AC. Haaa teros piye, Lur? 

Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, ada tiga hal yang kita bisa lakukan untuk memperbaiki kondisi lingkungan ini, yaitu:

1) mengurangi jarak atau jumlah perjalanan, 

2) beralih ke moda transportasi ramah lingkungan 

3) mengembangkan inovasi teknologi kendaraan yang efisien bahan bakar. 

*Wes mbok lakoni hurung ki? Haha!*

Selain itu, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, pengembangan teknologi mesin kendaraan listrik telah dimulai sejak tahun 2013. Oleh sebab itu, kita harus mendorong berbagai pemangku kepentingan yang terlibat untuk mulai berinvestasi lebih banyak pada kendaraan listrik. Ngono lur!

*Sek! Jebul enek tantangan e lur….* 

Salah satu tantangan yang muncul dari alternatif moda transportasi lainnya adalah tentang biaya yang harus dikeluarkan dan fleksibilitas dalam melakukan perjalanan. Apakah frekuensi kedatangan bus umum di tiap halte dalam satu jam sudah cukup? Apakah kendaraan elektrik harganya terjangkau? Selain itu, tantangan yang terberat adalah tantangan untuk melawan diri sendiri. Untuk keluar dari zona nyaman kita menggunakan kendaraan bermotor. 

*Tapi, nek ra dimulai saiki kapan meneh lur…?*